George Hadjoh Dituding Lupa Sejarah dan Tak Tahu Berterima Kasih

 


Merubah nama "jalan WJ. Lalamentik" yang adalah nama gubernur pertama NTT berkuasa selama 10 tahun lebih menjadi jalan "Iman Budiman" yang hanya 11 bulan menjadi Danrem Wirasakti Kupang, Pj. Walikota Kupang, George Hadjoh Dituding Lupa Sejarah dan Tak Tahu Berterima Kasih.

Warganet menuding Hadjoh secara tidak langsung telah tidak menghargai jasa-jasa WJ. Lalamentik di NTT. 

Sebaiknya, Hadjoh belajar sejarah dan tidak asal kerja dalam menata kota Kupang. Sebab masih terlalu banyak pekerjaan yang lebih penting untuk masyarakat daripada mengurus merubah nama jalan yang tidak penting dan bahkan cendrung blunder. Tulis warganet di grup flobamorata tabongkar.   

BACA JUGA:



Berikut ini awal mula Nama Jalan WJ. Lalamentik dirubah menjadi Jalan Imana Budiman Oleh Pj. Walikota Kupang, George Hadjoh 

WJ. Lalamentik dan Iman Budiman

Sebagaimana dilansir dari kupang.tribunnews.com Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mengubah nama jalan W.J Lalamentik menjadi jalan Brigadir Jendral (Brigjen) Iman Budiman.

Jalan yang terletak di Kelurahan Oebufu membentang sepanjang 1,9 Kilometer (KM) itu diubah namanya berdasarkan surat keputusan nomor 178/KEP/HK/2022 tentang penetapan nama jalan Brigjen Iman Budiman di Kelurahan Oebufu dan Oebobo Kota Kupang.

SK yang ditandatangani Penjabat Wali Kota George Hadjoh, tanggal 15 Desember 2022 memuat empat keputusan.

BACA JUGA:

Sebagai informasi, Brigjen Iman Budiman merupakan mantan Danrem Wira Sakti Kupang. Dia beberapa waktu lalu meninggal dunia di Kupang. 

Brigjen Iman Budiman menjabat sebagai Danrem 161/Wira Sakti Kupang sejak 6 November 2021 lalu wafat pada 14 November 2022 di Kupang. BACA SELENGKAPNYA >>> DISINI



Penetapan nama jalan Brigjen Iman Budiman itu, berdasarkan pertimbangan Pemkot bahwa sebagai bentuk penghargaan dan menghormati nilai-nilai ketokohan dan jasa-jasa kepahlawanan/kefiguran di bidang Militer dan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009.

BACA JUGA:



Ketika Pemkot Kupang Menganggap Yang 11 bulan Lebih Berjasa Daripada Yang 10 Tahun
Berdasarkan surat keputusan penetapan perubahan nama jalan W.J. Lalamentik menjadi jalan  Brigjen Iman Budiman, rupanya hanya pertimbangan "menghormati jasa-jasa almarhum  Brigjen Iman Budiman" yang bertugas selama kurang lebih 11 bulan di NTT, yakni sejak 6 Desember 2021 sampai dengan wafatnya pada tanggal 14 November 2022,

Bukan pertimbangan kearifan lokal. Yang artinya, nama jalan itu diganti dengan nama tokoh lokal NTT yang dianggap berjasa. 

Dalam perkara ini, pemerintah Kota Kupang secara tidak langsung menganggap Budiman yang bertugas hanya 11 bulan lebih berjasa dari pada W.J. Lalamentik yang menjadi gubernur NTT selama 10 tahun. 

BACA JUGA:

Sebagai informasi, WJ. Lalamentik atau William Johanes Lalamentik ( Lahir di Minahasa, Sulawesi Utara pada 2 Maret 1913 dan wafat pada 7 Mei 1985. 

WJ. Lalamentik adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) pertama, periode 20 Desember 1958 sampai dengan 12 Juli 1966. Gubernur dengan semboyan "setiap kesulitan itu ada untuk dipecahkan" memulai kebijakan antara lain pembentukan Wilayah Kecamatan dan Gerakan Penghijauan yang dinamakan Komando Operasi Gerakan Makmur pada tanggal 20 Desember 1958.

Sebelum Provinsi NTT terbentuk, Lalamentik pernah menjabat sebagai Controleur di Larantuka (1949) pada masa Negara Indonesia Timur (NIT), dan setelah terbentuk Daerah Flores pada tahun 1950, ditugaskan sebagai Sekretaris Daerah Flores yang berkedudukan di Ende dari bulan Mei 1950 - Agustus 1951 mendampingi Bupati Kepala Daerah Flores, L. E. Monteiro.

Artinya, kurang lebih 10 tahun WJ. Lalamentik berjasa untuk NTT.

Oleh sebab itu, pemerintah kota Kupang sedang mengesampingkan peran dan jasa WJ. Lalamentik yang telah berjasa untuk meletakkan dasar pemerintahan daerah ini. 

Berdampak Pada Administrasi Kependudukan dan Alamat serta Tempat Usaha Masyarakat
Perubahan nama jalan itu tentu akan berdampak pada administrasi kependudukan warga masyarakat yang tinggal dan berusaha di jalan tersebut, baik itu alamat rumah, lokasi berusaha, maupun administrasi seperti sertifikat tanah dan seterusnya. Sehingga harus dirubah. Itu bukan perkara mudah. 

Sementara itu, dilansir dari kupang.tribunnews.com, Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli menyayangkan adanya perubahan nama jalan di W. J Lalamentik di Oebufu.

Menurut dia, sebaiknya pertimbangan untuk mengganti nama itu mestinya menggunakan nama tokoh-tokoh di NTT.

"Lalu yang sekarang ini, masyarakat juga tidak kenal, siapa dia. Kita kan tidak tahu, Brigjen Iman Budiman itu siapa, saya yakin kalau ditanyakan ke masyarakat Kota Kupang banyak yang tidak kenal," katanya, Kamis 5 Januari 2022.

Paling tidak pergantian nama di jalan itu bisa memberikan kepada para pahlawan nasional asal NTT atau pahlawan lokal yang telah berjasa untuk NTT.

Apalagi, secara lokal ini merupakan wilayah NTT. Politisi PDIP itu mengingatkan pemerintah agar, bila merubah nama jalan harus mempertimbangkan kearifan lokal dan mengutamakan tokoh lokal.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel